Postingan

Menampilkan postingan dengan label Filateli

Perlengkapan Filateli: Lampu Ultra Violet

Gambar
Di negara-negara maju, prangko yang diterbitkan sebagian atau seluruhnya mengandung fosfor yang akan menyala (memendar), apabila disinari dengan lampu ultra violet. Prangko berfosfor ini yang lebih dikenal dengan nama "Luminescent Stamps" diterbitkan dengan maksud untuk memudahkan penyortiran surat-surat pada mesin otomat. Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Seri Mengenal Perlengkapan Filateli

Perlengkapan Filateli: Pengukur Perforasi

Gambar
Biasanya satu lembaran prangko terdiri dari 50 atau 100 buah prangko. Prangko yang satu dengan prangko yang lainnya semula tidak dipisahkan oleh garis pemisah. Akibatnya timbullah kesukaran dalam menyobek prangko. Karena itu diciptakanlah lubang-lubang garis pemisah yang lazim dinamakan perforasi. Jadi perforasi adalah lubang-lubang kecil yang terdapat antara prangko-prangko dalam sebuah lembaran prangko, dimaksudkan agar prangko yang satu dapat dipisahkan dari prangko lainnya dengan mudah. Dalam dunia filateli, perforasi itu diukur dengan menghitung jumlah lubang sepanjang 2 cm. Perforasi 12 X 11 1/2 mengandung arti, bahwa bagian atas dan bawah, tiap 2 cm mempunyai 12 lubang, sedangkan bagian kiri dan kanan tiap 2 cm mempunyai 11 1/2 lubang. Masalah perforasi ini penting bagi para filatelis, karena perbedaan perforasi menimbulkan perbedaan harga yang sangat besar. Alat pengukurnya disebut pengukur perforasi terbuat dari karton atau plastik. Sumber : Mengenal Dunia Filatel...

Perlengkapan Filateli: Pencari Tanda Air

Gambar
Tanda air adalah tanda yang terletak dibagian dalam kertas prangko dan tembus cahaya. Pemakaian tanda air ini tujuannya adalah untuk mempersulit pemalsuan prangko. Tanda air pada prangko bentuknya bermacam-macam, ada yang berupa gelombang, lingkaran-lingkaran kecil, garis silang, dan sebagainya. Tanda air pada prangko RI tidak banyak, antara lain terdapat pada Porto tahun 1950, dan sebagian prangko penerbitan tahun 1947 dan 1949. Sejak itu prangko RI tidak lagi bertanda air. Untuk mengetahui ada tidaknya tanda air dan apakah tanda air itu palsu atau tidak, digunakan sebuah alat yang dinamakan pencari tanda air (watermark detector). Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Seri Mengenal Perlengkapan Filateli

Kartu Maksimum

Gambar
Kartu Maksimum atau maximum card ialah kartupos yang memuat gambar yang berkaitan dengan penerbitan prangko baru dan diterbitkan oleh Dinas Pos atau pihak swasta. Prangkonya ditempelkan pada bagian depan kartupos yang memuat gambar dan kemudian dibubuhi teraan cap "hari terbit pertama". Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Sampul Peringatan - Commemorative Cover

Gambar
Sampul peringatan adalah sampul yang dibuat khusus untuk menandai atau memperingati suatu peristiwa yang dianggap penting. Berbeda dengan sampul hari pertama yang diterbitkan oleh PT. Pos Indonesia maka sampul peringatan dapat dibuat oleh siapa saja. Misalnya oleh perorangan, perkumpulan filatelis Indonesia, PT. Pos Indonesia dan lain sebagainya. Biasanya untuk sampul peringatan ini diterbitkan juga cap khususnya, apabila yang menerbitkan adalah PT. Pos Indonesia dan Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia. Tetapi apabila dibuat oleh perorangan maka sampul peringatan tersebut diusahakan untuk dibubuhi cap tanggal yang sesuai dengan tanggal peringatan peristiwa-peristiwa tersebut. Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Buku Prangko

Gambar
Buku prangko atau stamp booklet adalah buku kecil yang lembaran dalamnya memuat beberapa prangko. Tujuan penerbitannya selain untuk promosi juga untuk memudahkan penyimpanannya dalam saku sehingga dapat dibawa kemana-mana dan prangko-prangkonya dapat dipakai sewaktu-waktu diperlukan misalnya untuk berkirim surat dan sebagainya. Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Carik PUS

Gambar
Carik PUS berbentuk carik dengan dibubuhi huruf PUS (Perlakuan Khusus) dan tulisan "Bea Rp. 25". Carik PUS digunakan untuk melunasi bea yang harus dibayar oleh penerima kiriman untuk pengantaran bungkusan atau sampul berukuran besar. Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Sumbangan Ongkos Cetak

Gambar
Sumbangan Ongkos Cetak (SOC) bentuk dan desainnya menyerupai prangko pungut yang diterbitkan dengan maksud untuk membayar biaya yang berkaitan dengan urusan pos seperti untuk melunasi ongkos biaya cetak kartu iuran TV, (sewaktu pemungutan iuran TV masih dilaksanakan oleh PT. Pos Indonesia). Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Prangko Pungut

Gambar
Ada lagi benda filateli lainnya yang bentuknya menyerupai prangko yaitu prangko pungut yang dikenal pula dengan istilah "porto". Prangko pungut diterbitkan dengan maksud untuk digunakan melunasi kekurangan porto surat yang harus dibayar oleh penerima surat di kantor pos tujuan. Prangko pungut tidak untuk digunakan untuk memrangkoi surat. Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Karnet

Gambar
Karnet adalah kertas tebal, berbentuk lipatan yang pada bagian dalamnya ditempeli prangko terbitan baru yang telah dibubuhi cap Hari Terbit Pertama sedangkan bagian luarnya memuat tulisan atau gambar yang sesuai dengan prangko tersebut. Selama ini hanya beberapa kali diterbitkan karnet antara lain karnet yang diterbitkan dalam rangka Hari Bahari, Expo '86 (Pameran Dunia) Vancouver (Kanada), pameran Internasional Filateli Asia ke 6 INDOPEX '93 di Surabaya. Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Prangko Untuk Tujuan Khusus

Gambar
Selain prangko yang biasa kita kenal, ada jenis prangko yang juga dapat dikumpulkan atau dikoleksi filatelis, yaitu prangko untuk tujuan khusus. Prangko Untuk Tujuan Khusus diterbitkan untuk tujuan tertentu. Namun prangko-prangko tersebut sudah tidak berlaku untuk pemrangkoan dan tidak diterbitkan lagi. Yang termasuk jenis prangko untuk tujuan khusus antara lain: Kilat Pos Udara Dinas Ekspres Pos Udara Ekspres Pos Udara Dinas Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Perlengkapan Filateli: Engsel Prangko

Gambar
Engsel Prangko atau Hinges ialah carik kertas minyak yang salah satu sisinya berperekat untuk menempelkan prangko pada album atau pada kertas pameran. Terdapat dua macam engsel prangko yaitu: Engsel Prangko yang diberi perekat hanya pada satu sisinya saja dan sudah terlipat dua. Lipatan kecil ditempelkan pada belakang prangko sebelah atas sedang lipatan yang lebih besar dilekatkan pada lembaran album. Dengan demikian prangkonya dapat dibalik dengan penjepit prangko untuk diperiksa bagian belakangnya bercacat atau tidak. Engsel Prangko yang diberi perekat pada kedua sisinya, yakni bagian belakang sebelah atas dari bagian muka sebelah bawah dan tidak terlipat dua. Prangko dengan menggunakan engsel semacam ini tampak agak menggantung dan untuk memeriksa bagian belakang prangkonya cukup diangkat sedikit dengan menggunakan penjepit prangko. Dewasa ini terdapat pula engsel prangko yang dapat dilepas tanpa meninggalkan bekas. Engsel prangko ini sangat cocok untuk prangko mint, karen...

Perlengkapan Filateli: Album Prangko

Gambar
Album Prangko Menurut Caranya Menyimpan Prangko: 1. Album Tempel Album Tempel adalah album prangko dimana prangkonya ditempelkan pada lembaran album. Cara menempelkan prangko tidak boleh langsung, namun harus menggunakan engsel (hinges) yaitu carik kertas tipis yang diberi perekat sehingga prangkonya tiap kali dapat dilepas lagi tanpa menjadi rusak. 2. Album Sisip Album Sisip adalah album prangko yang memuat "kantong-kantong" tembus pandang. Prangko-prangkonya tinggal disisipkan saja dan perekatnya tidak terganggu. Album Prangko Menurut Keperluannya: 1. Album Blangko (Polos) Album blangko (polos) tidak bergambar. Lembarannya memuat garis-garis bersilang halus seperti kertas milimeter dalam bingkai. Kotak-kotak prangkonya harus digambar sendiri menurut selera dan bakat seni pribadi. Terutama untuk koleksi tematik yang dapat dsusun menurut jenis atau golongan. 2. Album Bergambar Album Bergambar menyediakan tempat untuk semua penerbitan. Diberi kotak-kotak untuk...

Perlengkapan Filateli: Penjepit Prangko

Gambar
Sebagai seorang filatelis, merawat dan menjaga benda koleksinya adalah hal yang diwajibkan, salah satunya adalah dengan meminimalisir kontak tangan dengan benda yang dikoleksinya tersebut. Benda-benda filateli seperti prangko yang berbahan dasar kertas bisa sangat rentan dengan kondisi dan dan cuaca sekitarnya, terlebih jika tangan kita yang tidak steril atau berminyak, akan menyebabkan kondisi prangko menjadi kuning dan atau suatu saat bisa rusak. Jika hal demikian terjadi maka nilai atas benda filateli tersebut akan turun. Untuk mencegah kerusakan dan penurunan nilai dari prangko yang kita koleksi, sebaiknya tidak sering kita memegang secara langsung prangko tersebut, atau jika ingin memegang prangko tersebut sebaiknya digunakan alat bantu penjepit prangko atau pinset yang terbuat dari logam tahan karat yang dapat ditemukan di toko prangko. Filatelis yang baik tentu sangat peduli dengan apa yang dikoleksinya, senantiasa menjaga dan merawat dengan baik. Penjepit prangko boleh...

Seri Mengenal Perlengkapan Filateli

Gambar
Sebagai seorang filatelis atau seseorang yang ingin mencoba memulai hobi filateli, tentu ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam menunjang hobi tersebut. Untuk melengkapi hobi atau kegiatan filateli, filatelis sebaiknya memiliki bebrapa alat kelengkapan yang tentu akan berguna dalam mengumpulkan ataupun menyimpan benda filteli yang dimiliki agar kondisi benda filteli tersebut dapat terjaga dengan baik. Meskipun tidak harus semuanya dimiliki, setidak-tidaknya filatelis diharapkan mengenal beberapa perlengkapan tersebut. Beberapa perlengkapan yang perlu dikenal diantaranya adalah sebagai berikut: Penjepit Prangko Album Prangko Engsel Prangko Kaca Pembesar Pencari Tanda Air Pengukur Perforasi Lampu Ultra Violet Katalog Prangko Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P.

Sampul Hari Pertama - SHP

Gambar
Sampul Hari Pertama (SHP) adalah sampul atau amplop yang diterbitkan oleh PT. Pos Indonesia bersamaan dengan penerbitan suatu prangko baru. Pada bagian depan amplop tersebut biasanya memuat gambar dengan tema yang sesuai dengan prangko yang diterbitkan. Sampul akan ditempeli dengan prangko tersebut, dengan dibubuhi cap yang biasanya juga spesifik menurut prangko yang diterbitkan tersebut. Hal ini yang membuat sampul hari pertama menjadi menarik dan layak dijadikan koleksi, selain karena bentuknya yang menarik itu juga karena dicetak secara terbatas. Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Wikipedia Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Souvenir Sheet, Sehelai Kertas Kenangan Filateli

Gambar
Souvenir Sheet yang diterjemahkan sebagai carik kenangan adalah sehelai kertas dengan prangko di dalamnya. Ukuran kertas ini lebih besar dari prangkonya, tepinya tidak bergerigi. Tetapi prangko di dalamnya dapat berperforasi, ada pula yang tidak berperforasi, ada pula yang model perekat, tinggal diangkat prangkonya saja, lalu ditempel pada sampul pos. Dapat dipergunakan untuk pemrangkoan, namun lebih ditujukan maksud penerbitan untuk kepentingan filatelis, sehingga ada yang menyimpan saja ada yang dipakai untuk pemrangkoan, dengan tujuan mungkin untuk disimpan juga secara Used (bekas). Kata Carik Kenangan diperkenalkan oleh Richard Yani Susilo tahun 1985 yang kemudian diakui resmi dan dipakai secara resmi oleh PT Pos Indonesia pada Carik Kenangan Tahun Lingkungan Hidup yang terbit tanggal 5 Juni 1993. Sumber : Wikipedia Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P. Kembali ke Halaman Ragam Koleksi Para Filatelis

Prangko, Koleksi Wajib Filatelis

Gambar
Seorang filatelis tidak bisa dilepaskan dari prangko sebagai benda koleksinya. Prangko dapat dikatakan sebagai benda pos awal yang menjadi tonggak keberadaan filateli dan filatelis. Prangko menjadi benda koleksi yang berharga dan dicari setiap filatelis karena beberapa hal seperti tahun penerbitan yang semakin tua semakin mahal, jumlah penerbitan yang terbatas, mempunyai nilai sejarah pada penerbitannya, dll. Jika dilihat dari tujuan penerbitan prangko, maka prangko-prangko Indonesia dapat dibedakan sebagai berikut : Prangko Definitif Prangko Definitif atau prangko biasa yaitu prangko yang penerbitannya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pemrangkoan sehari-hari dan tidak ada kaitannya dengan suatu kejadian atau peristiwa. Apabila persediaan telah menipis, maka prangko definitif dapat dicetak ulang sesuai kebutuhan. Masa jual dan masa laku prangko-prangko definitif tidak terbatas, sampai ada instruksi penarikan dari peredaran oleh Pemerintah (Dirjen Postel). Prangko Pe...

Ragam Koleksi Para Filatelis

Gambar
Pada awalnya para kolektor filateli mengumpulkan prangko sebagai benda koleksinya, namun seiring perkembangan zaman dan teknologi kini filatelis tidak hanya mengumpulkan prangko saja namun ada benda filateli lainnya yang sengaja dikumpulkan. Lantas apa sajakah ragam benda pos yang dikumpulkan para filatelis sebagai koleksinya selain prangko? berikut adalah ragam benda filateli yang dapat dijadikan koleksi : Prangko Prangko Untuk Tujuan Khusus Prangko pungut Sumbangan ongkos cetak Carik PUS Benda pos bercetakan prangko (prangko stationery) Carik Kenangan Sampul Hari Pertama Karnet Buku Prangko Sampul Peringatan (commemorative cover) Kartu maksimum Sumber : Mengenal Dunia Filateli, H. Soerjono. Bc A.P.

Asal Usul Filateli dan Perkembangannya

Gambar
Filateli berasal dari bahasa Yunani terdiri dari dua kata yakni philos (artinya teman) dan ateleia (artinya pembebasan). Perlu dicatat bahwa pembebasan diartikan sebagai bebas dari kewajiban membayar biaya pengiriman surat, karena dengan prangko maka pengirim surat harus menanggung biaya pengiriman, sebaliknya penerima dibebaskan dari kewajiban membayar biaya kirim. Istilah Filateli untuk pertama kalinya dipergunakan oleh bangsa Perancis bernama Herpin pada tahun 1864. Dapat disimpulkan bahwa Filateli adalah aktivitas atau hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya. Pada awalnya prangko yang semula hanya dimaksudkan sebagai tanda pelunasan biaya pengeposan, ternyata berkembang menjadi benda koleksi yang sangat besar daya tariknya. Doktor Gray seorang pejabat Museum di Inggris tercatat sebagai pengumpul prangko pertama yang mencari prangko melalui surat kabar The London Times tahun 1841. Seiring zaman, beberapa tokoh dunia menjadikan pengumpulan prangko sebagai s...